Sinopsis janji suci Vidya episode 2 by @vidyaantv.
Sinopsis janji suci Vidya episode 2 by @vidyaantv. Bibi Hema menyeret Vidya pulang kerumah, Ibu Vidya dan Shalu mengejar di belakang, Bibi memarahi Vidya atas kelancangannya karena ingin mengalahkan Shalu dan menjadi menantu tuan Thakur. Vidya menanggis memohon belas kasihan. Begitu tiba di rumah, bibi segera melemparkan kelantai. Ibu Kaushalia segera menghambur dan memeluk anaknya dan bertanay dengan sedih padhema, “mengapa kau menyiksa anakku?” Hema mendengus kesa, “Vidya berani masuk kuil setelah dia di larang untuk datang.”  Ibu Kasuhalia berkat akalau itu bukan slah Vidya, tapi dirinya yang menyuruh Vidya datang. Bibi mendengus geram dan melangkah kedapur.

tak lama kemudian dia kembali sambil membawa kayu yang membawa. Kaushalya dan Vidya kaget. Vidya segera bersmebunyi di belakang ibunya, “mami..” Vidnay memohon agar Hema tidak melakukan itu. Tapi Shalu memanas-manasi ibunya, “ibu harus benar-benar menghukumnya, mereka tidk takut dengan tongkat panas itu.” Hema mendekat sambil mengacungkan kayu membara itu. Kaushalya terlihat gentar dari tidak beranjak dari depan Vidya. Vidya tidak tega melihat ibunya akan di sakiti, Vidya segera berlutut di depan bibi hema memohon ampun, “aku meminta maaf ata snama ibuku, bibi. AKu berjanji tidak akan melanggar perintahmu. Au tidak akan pergi kedekat rumah thakur atau bertemu dengannya.. maafkan ibuku bibi..” Shalu melihat adegan itu sambil senyum-senyum.

Bibi masih kesal, dia berkat ameski begitu dia tetap mau menghukum Vidya agartidakmengulangi peruatannya. Vidya menyatukan tanganya di atas kepala memohon. tapi Bibi dengan geram menyulut tangan Vidya dnegan kayu panas itu, lalu melempar kayu itu kelantai. Vidya menjerit kesakitan. Ibu Kaushalya memeluk Vidya sambil menanggis. Tapi bibi tidak membiarkan ibu dan anak itu tenang. Bibi segera menarik tangan Vidya dan melemparkannay kedalam gudang. lalu bibi juga menyeret ibu Vidya dan mengurung keduanya dalam kamar. Vidya dan ibunya menangis tak berdaya  ketika bibi Helma menutup pintu ddan menguncinyadari luar. Shalu tersenyum senang. Bibi mencubit pipi anaknya dnegan gemas.

 
DI dalam gudang, ibu Kaushalya menatap luka bakar di tangan Vidya sambil menangis. Ibu Kaushalya minta maaf pada Vidya atas apa yang terjadi, “semu salahku, ku pikir aku bisa memberi kau kehidupan yang lebih baik tetapi aku memberimu begit banyak penghinaan dan rasa sakit..” Vidya menenagkan ibunya, “jangan menangis ibu, aku baik-baik saja..ini tidak seberapa..” Ibu Kaushalya menatap luka Vidya. Vidya tertunduk menahan sakit. Ibu Kaushalya mencium luka itu, “apa kau bpikri kau bisa menyebumbuyikan luka ini dariku? kau bisa menyembuyikan luka fisik ini dariku. tapi aku bis amelihat luka di hatimu.. karena kau ibumu…” Vidya menangis. Ibu dan anak itupun berpelukan. lalu terdengar suara petir dan lampu tiba-tiba mati.

Di rumah Tuan Thakur Raghav Pratab Singh, pendeta sedang memberikan daftar nama-nama gadis pada tuan tanah dan istrinya, ibu Uma. Pednenta berkat akalau itu adalah nama-nama gadi syang layak untuk menjadi istri tuan muda. lalu Raghav memberikan List itu pada Uma. Uma mengambil kertas dan membaca nama-nama yang tertera di atasnya sambil tersenyum, “aku tahu gadis-gadis ini ketika merek amasih kecil.” Dia melihat satu nama yang telah di coret. Uma berusaha membacanya tapi tidak bisa. Pendeta berkata, “gadis itu tidak cocok untuk tuan muda..”

Raghav menjawab diplomatis, “cocok atau tidka cocok ada di tangan tuhan. Dia yang menentukan jodoh seseorang. Aku hanay bisa berdoa semoga kami bisa menemukan pasangan yang cocok untuknya..” Angin meniup daun jednela. Uma bangkit untuk menutup jendela. Di bawah cahaya lampu, diberhasil membaca nama yang tercoret itu. Uma membacanya, “Vidya..?”

Di dalam gudang yang dingin dan gelap itu, ibu kaushalya jatuh sakit. Tubuhnya mengigil kedinginan. Vidya berusaha memanggil bibi Hema agar membukan pintu. Vidya terus memanggil sambil menangis, “bibi..shalu…” Hema yang mendengar panggilan terlihattak perduli dan kesal karen asuara berisiknya. Sedangkan Shalu sedang berjoget di depan cermin. Vidya berusaha memanggil. Bibi marah dan membentak tapi tidak keluar. Dia bahkan menarik selimut. Ibu Kaushalya memanggil Vidya. Vidya panik melihat keadaan ibunya. Di amelihat jendela dan melompat keluar. Ibu Vidya coba menghentikannya. Vidya menjawab, “aku tidak akan bis amemaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu ibu..”

lalu vidya pergi ke tempat dokter untuk minta obat. Di luar hujan dderas. smabil menggenggam obat pemberian dokter, Vidya mengucapkan terima kasih. DOkter menawari Vidya payung. tapi Vidya menolak, “jangan kahwatir dokter, aku baik-baik saja dan akan segera tiba di rumah..” Vidya bergegas pergi. Saat melangkah di jalan sepi, sebuah lampu mneyorot kearahnya. Vidya menutupi wajahnya yang silau. Pengendara mobil itu adalah Harsh. Harsh tertegun senang melihat Vidya. Vidya kaget. harsh dan teman-temannya turun dari mobil dan menghampiri BVidya dnegan tatapan nakal. Mereka mengelilingi Vidya. Vidya memohon agar di biarkan pulang karena ibunya sakit. Harsh sangat brengsek dia memaksa Vidya ikut dengannya. Vidya menolak dan memohon agar di biarkan pulang. Harsh menggoda Vidya dan menurunya pergi. Saat Vidya hendak pergi, Harsh menangkap tangannya. Harsh dan teman-temannya bahkan membuang obat untuk ibu Vidya. Vidya sedih.

Tiba-tiba terdengar suara klakson truk. Vidya berlari kearah truk yang melaju itu dan berteriak memintatolong. Seorang pemuda yang duduk di bak truk mendnegar teriakan Vidya dan menyuruh sopir berhenti. Dia bangkit dan melihat ke jalan sambil bertanya, “siapa yang butuh pertolongan?” Vidya berkat akalau dia butuh pertolongan. oria itu mengenalkan diriny sebagai Chinu, dia mengajak Vidya naik ke mobilnya dan akan mengantarnya pulang. Harsh dan teman-teman yang hendak mengejar menyembuyikan diri. Vidya naik ke truk di bantu Chinu. lalu Truk itu melaju pergi. Harsh kecewa, tapi dia menemuka anting Vidya dan tersneyum senang. Dia punya rencana jahat dnegan anting itu.

Di rumah, Bibi dan Paman Vidya sedang membicarakan tuan Thakur dan anaknya Sagar. Bibi dan paman sangatberharap kalau Shalu bisa menikah dengan keluarga kaya itu dan menjadi menantu kesayangan mereka. Sahlu mendengar itu dan terlihat senang.

Di atas Truk, Vidya dan Chinu berbincang-bincang. Chinu bertanya-tanya tentang  Vidya. Ternyata Chinu mengenal sagar. Vidya teringat pertemuannya dengan Sagar. Chinu bertanya bagaimana Vidya bis akenal Sagar. Vidya menejelaskan kalau Sagar mengambil dupattanya saat di Ghaat. Vidya mempunyai kesan yang bagus tentangs agar. Chinu berpikir kalau Vidya cocok untuk Sagar. Tapi kebersaman mereka hany sebentar. Saat tiba di depan rumahnya, Vidya minta di turunkan. Vidya berlari turun. Chinu coba menanyakan namanya, tapi Vidnya tak mendengar. Vidya segera berlari masuk kedalam gudang lewat jendela.

Ketika Vidya baru masuk, pintu terbuka. Dnegan tatapan menyelidik, bibi hema mengamati Vidya yangbasah kuyub. Dia bertanya, “kau pergi kemana saja?” Vidya menjawab kalau dia pergi untuk membeli obat buat ibunya. Bibi bertanya, “mana obat itu?” Vidya menangis teringat bagaimana obat yang di dapatnya dengan susah payah di buang oleh Harsh dan kawan-kawannya. Bibi tidak percaya dan menarik Vidya keluar. kaushalya berlari menahan bibi, “hema..hema.. hentikah!”

Bibi membawa Vidya ke halaman dan memanggil orang kampung. Bibi menghina dan mencaci Vidya sebagai wanita murahan karena kelayapan malam-malam. Bibi bertanya kemana saja Vidya pergi dan apa yangdi lakukannya? Ketika Vidya sedang di permalukan muncul harsh, dengan gaya soik pahlawan,dia menghentikan perkataan bibi. Hars memberitahu semua orang kalau Vidya pergi menemuinya, “kami berdua saling mencinta. Ini buktinya!” harsh menunjukan anting Vidya yang terjatuh, Bibi meyerigai senang. Vidya dan ibunya tertegun kaget.. Sinospsis Vidya Antv 3