Islam mengatur hukum pernikahan. Tidak semua wanita bisa di nikahi oleh seorang pria. Setidaknya ada 12 wanita yang haram untuk dinikahi menurut Al Qur’an surat An Nisa ayat 22 -23.  Mereka di haramkan karena Nasab, karena sepersusuan dan karena pernikahan. Rinciannya sebagai berikut:

1. Wanita yang haram di nikahi karena Nasab:
  1. Ibu
  2. Anak perempuan
  3. Saudara perempuan
  4. saudara bapak yang perempuan (tante)
  5. Saudara ibu yang perempuan (tante)
  6. Anak perempuan dari saudara laki-laki (ponakan)
  7. Anak perempuan dari saudara perempuan (ponakan)

2. Wanita yang haram di nikahi karena sepersusuan:

  1. Wanita yang menyusuinya (karena dianggap sebagai ibunya),
  2. Ibu wanita yang menyusuinya (karena ia neneknya),
  3. Ibu bagi suami wanita yang menyusuinya (ia neneknya juga),
  4. Saudari ibu yang menyusuinya (karena dianggap tante tante),
  5. Saudari suami wanita yang menyusui (karena di anggap tante),
  6. Saudari sepersusuan, baik sekandung, sebapak maupun seibu.
  7. Anak perempuan dari saduara sepersusuan,
  8. Cucu dari wanita yang menyusuinya baik dari anak laki-laki maupun dari anak perempuan.

3. Wanita yang haram di nikahi karena pernikahan:

  1. Istri ayah;
  2. Ibu istri (mertua);
  3. Istri anak kandung (menantu); 
  4. Anak perempuan (anak tiri) dari istri yang telah di campuri;
  5. Menikahi dua wanita bersaduara bersamaan

Adapun Dalilnya adalah sebagai berikut:

وَلا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلا

Artinya: “Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian) pada masa yang telah lampau]. Sesungguhnya perbuatan itu sangat keji dan dibenci dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)” (QS. An Nisa : 22)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاتُكُمْ وَبَنَاتُ الأخِ وَبَنَاتُ الأخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu menikahinya, (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan diharamkan mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa:23)

Jadi sebelum menikah selidiki lebih dahulu, apakah wanita yang akan di nikahi memiliki status seperti yang di sebutkan di atas. (MayZul)

Referensi: