Setelah upacara ritual Turban selesai, Shiv meminta Savitri mengajak anggota keluarganya pulang, ‘aku harus mengurus beberapa pekerjaan..” Savitri menurut. Savitri peri di ikuti semua rang. Shiv pergi ke depan foto ayahnay dan berdoa untuknya.
 
Dalam mobil, Pratab komplen pada Savitri, karena tidak memberikan turban padanya, “tak akan ada yang menyangkal keputusan ibu, dan kau bisa membuat aku menjadi Prata Dev..” Dengan ketus Savitri menyahut, “kau itu tidak berguna sama sekali. Seharusnya kau menyuruh Kishore pergi ke luar desa agar tidak tertangkap…” Pratab menyalahkan Gangaa, “semua itu karenanya. Aku sudah menyuruh Kishore pergi. Tapi Gangaa berhasil menemuinya di terminal… Gangaa tidak lugu seperti penampilannya, dia itu sangat terpelajar..” Savitri terlihat berpikir.
 
 
Shiv sedang bekerja. Muneem Je datang untuk mebawa teh untuknya. Muneem ji berkata kalau dia dapat melihat bayangan ayah Shiv di diri Shiv. Shiv menyuruh Muneem pulang, “aku akan mengurus pekerjaan di sini..” tapi Muneem Je menolak, dia ingin membantu Shiv. Shiv memaksanya. Muneem ji terpkas amenurut. tapi sebelum pergi, Muneem menyuruh dua anak buahnya untuk menjaga Shiv sampai dia pulang.
 
Dalam kamarnya, Daima berpikir keras. Dia yakin begitu Shiv mengetahui kenyataan sebenarnya, dia akan menghargai Gangaa dan mulai mencintainya, “Gangaa telah berjasa membongkar kebenarannya dan  membebaskan Shiv dari semua tuduhan..”
 
 
Shiv selesai dengan pekrjaannya dan hendak pulang. Dia mengunci pintu dan baru menyadarai kalau ada 2 orang yang tinggal bersamanya sampai larut. Shiv menyuruh dua orang itu pulang.
 
Sampai di rumah, Shiv melihat Ria yang terlihatc emas. Shiv menanyainya. Ria memberitahu SHiv kalau radhika tidak ada di kamarnya, “dia hilang, kami sedang berusaha menemukannya. Tadi dia mengeluk kalau badannya dingin, tapi sekarang dia tidak ada..” Shiv ikut cemas dan bergabung bersama Ria untuk mencari radhika. Kushal dan Savitri juga ikut-ikutan mencari sambil memangil nama Radhika.
 
Di ruang bawah tanah, Jhumki mengikat radhika di kursi atas izinnya. Jhumki menyuruh Radhika pura-pura batuk dan ngos-ngosan saat orang-orang melihatnya, “jangan lupa, kau harus menuduh kalau Gangaa yang melakukan semua ini. Itu akan membuat ayahmu mengusirnya dari rumah ini..” Radhika mengangguk. Jhumki pergi dari gudang. Radhika merasa takut. Sampai di luar Juhmki diam sebentar sebelum akhirnya berteiak memanggil semua orang, “Radhika ada sini, aku menemukannya..” Semau orang bebrondong-bondong datang. lalu mereka mendengar teriakan Radhika, “tolong…”
 
Jhumki heran, “mengapa dai berteriak?” Semua orang masuk ke uang bawah tanah. Radhika dnegan ketakutan menunjuk kearah ular yang merayap di lantai. Semua orang ketakutan. Shiv mengambil keranjang yang ada di situ dan mengurung ular di dalamnya. Pratab berkata kalau dia akan mengurus ular itu. lalu mereka membawa radhika keluar dari kamar bawah tanah.