Nisab Zakat Penghasilan/Profesi dan Cara menghitungnya. Berapa banyak dari kita yang mendapat penghasilan sebagai Penerima gaji/upah? Baik yang berprofesi sebagai dokter, Pengacara, seniman, konsultan, akuntan, PNS, hingga Karyawan Swasta ataupun pekerja mandiri seperti kami para Blogger Aktif. Diantara mereka ada yang mendapat penghasilan tetapdan ada juga yang penghasilannya tidak menentu. Tapi berapapun pendapatan yang di peroleh setiap waktunya, jika telah mencapai Nisabnya, maka harus di keluarkan zakatnya.
Lalu berapakah nisab untuk zakat penghasilan/profesi?
Dalam dunia Islam klasik, tidak di kenal istilah zakat penghasilan/zakat profesi. Zakat profesi merupakan ijtihad para ulama masa kini yang di sepakati dalam Muktamar Internasional pertama tentang zakat di Kuwait pada tanggal 29 Rajab 1404 H (30 April 1984 M). Ijtihad itu di dasarkan pada Firman Allah SWT:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah:267)
Dalam ayat itu di tegaskan bahwa segala hasil usaha yang baik-baik wajib di keluarkan zakatnya. Termasuk penghasilan yang di terima dari Profesi. Zakat profesi ini bisa di keluarkan setiap bulan atau setiap tahun. Tapi disarankan untuk di keluarkan setiap kali penghasilan itu di terima. Adapun Nisab zakat profesi setara dengan 520 kg beras. Jika di asumsikan harga beras di pasaran saat ini adalah Rp 9000,-  => maka 520 kg x Rp 9000 = Rp 4.680.000,-
Artinya, jika dalam satu bulan penghasilan yang di peroleh diatas atau sama dengan Rp 4.680.000 maka wajib di keluarkan zakat sebesar 2,5% dari pendapatan yang di peroleh. Ada pertanyaan tentang penghasilan yang harus di keluarkan zakatnya, apakah pendapatan bersih atau pendapatan kotor? Ada sebagian ulama yang berpendapat dari penghasilan kotor, tapi ada juga yang menyarankan dari penghasilan bersihm, jadi di kurangi kebutuhan pokok dulu baru sisanya di kenai zakat.
Dan Dr YUsuf Al Qaradawi mengambil jalan tengah yaitu bahwa bagi mereka yang penghasilannya besar sebaiknya zakat di keluarkan dari pendapatan kotor. Sedangkan untuk mereka yang penghasilannya pas-pasan bisa mengeluarkan zakat dari pendapatan bersih. Tapi Dr Yusuf Qaradawi lebih menganjurkan untuk mengeluarkan zakat dari penghasilan kotor untuk menjaga kehati-hatian.
Dengan kedua pendapat itu ada 2 kaidah untuk menghitung berapa besar zakat profesi yang harus di keluarkan, yaitu:
1. Menghitung zakat dari pendapatan kotor:
=> Total Penghasilan x 2,5%

2. Menghitung zakat dari pendapatan bersih:

=> (Total penghasilan – kebutuhan pokok) x 2,5%

NB: Kebutuhan pokok di sini,  antara lain kebutuhan sehari-hari seperti makan/minum, termasuk bayar hutang & sewa rumah.

Referensi: