Allah tidak menurunkan Al Qur’an dalam bentuk buku yang bisa di baca dan di pahami dengan mudah. Ayat Al Qur’an di turunkan secara bertahap melalui nabi Muhammad selama 23 tahun. Setiap ayat memiliki asbabun nujul -nya sendiri dengan makna dan maksud yang telah di jelaskan nabi kepada umat islam yang hidup di zaman beliau. Dan Umat islam yang beruntung itu menyampaikan penjelasan nabi secara turun temurun hingga sampai pada umat Islam sekarang dalam bentuk kitab tafsir, kitab hadist dan lain-lain. Dan mereka yang menjaga, memahami dan menyampaikan dakwah nabi pada umatnya, yang membimbing dan membina umat islam (dengan berpegang teguh pada Al Quran & Hadist) menuju fitrahnya sebagai makhluk Allah yang paling mulia di sebut ulama.

Allah berfirman: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (Ahli Dzikir/ulama) jika kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Al Nahl:43)

Dalam Wikipedia,

Ulama di definisikan sebagai pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat islam baik dalam masalah-masalah agama ataupun masalah sehari-hari yang di perlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.”

Allah meninggikan posisi Ulama dan menyuruh kita menghormatinya, memulyakannya, karena Ulama adalah pewaris para nabi dan karena Ulama adalah orang yang takut pada Allah, dan hanya akan menyampaikan kebenaran tentang Al Qur’an dan Hadist saja.

Allah berfirman: “Dan demikian pula diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Fatir:28)

Dan Ulama yang takut pada Allah inilah yang harus kita Mulyakan, karena Allah SWT memulyakan mereka. Dan Ulama yang di Mulyakan Allah SWT bukan sembarang Ulama, tapi Ulama yang berilmu, yang ahli dzikir yang takut pada Allah sehingga menjaga lisan dan perbuatannya. Ulama yang membimbing umat islam menuju kebaikan bukan kerusakan,  yang menyatukan umat dalam satu semangat Ukhuwah Islamiyah sehingga tercipta islam yang indah, damai dan rahmatan lil alamin. (MayZul)