Menggadai adalah menerima barang (benda berharga, perhiasan, rumah, sawah, kebun dll) sebagai jaminan hutang. Menggadai adalah perbuatan yang mulia, hukumnya sama dengan memberi pinjaman pada orang yang membutuhkan. Bedanya kalau menggadai ada barang yang di jadikan jaminan. Seperti hal nya memberi pinjaman, menggadai juga tidak boleh mencari keuntungan misalnya dengan mengambil hasil panennya, meski itu ada kesepakatan. Karena Rasulullah bersabda,

و عن علي قال:قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم – كل قرض جر منفعة فهو ربا. رواه الحارث ابن اسامة

Artinya: Setiap hutang yang menghasilkan manfaat adalah Riba.(HR. Harist bin Abu Usamah/Al-Qowa-id an-Nuraniyah hal. 116)

Jadi jika anda menggadai sawah atau kebun, anda hanya berhak memegang surat sertifikatnya saja, tapi tidak boleh mengolah atau mengambil manfaat dari sawah atau kebun itu dengan atau tanpa izin pemilik. Jika anda mengambil manfaat dari harta gadaian tanpa izin pemilik, hukumnya haram. Dan jika anda mengambil manfaat dari harta gadaian dengan izin si pemilik, hukumnya Riba. Intinya, sawah atau kebun yang di gadaian tidak boleh di olah apalagi di ambil panennya oleh orang yang menggadai.

Contoh Kasus Mengadai yang RIBA
  1. Pak Fulan menerima gadaian sawah dengan perjanjian sawah tersebut akan di olah dan di ambil hasilnya oleh pak Fulan sampai di tebus oleh pemiliknya.
  2. Pak Fulan menerima gadaian kebun dari pak Anu dengan perjanjian pak Anu akan mengolah nya dan pak Fulan akan mendapat bagian 50% dari hasil panennya.
  3. Pak Fulan menerima gadaian kebun dari pak Anu dengan nilai jual yang lebih tinggi dari hutang, dengan perjanjian jika tidak menebus maka kebun akan menjadi milik pak Fulan

Contoh 3 kasus yang kami sebutkan di atas yang banyak kita temui di masyarakat adalah salah satu praktek Riba berkedok menggadai. Dan kasus menggadai di atas ada yang mengatakan di perbolehkan. Meski jelas-jelas ada praktek riba di dalamnya. bagaimana bisa di katakan ada Riba?

Begini penjelasannya:

Misal, Pak Fulan menggadai sawah dengan uang sebesar Rp 12 juta rupiah selama 1 tahun dengan perjanjian sawah akan di olah dan di ambil hasilnya oleh pak Fulan.  Selama 1 tahun, jika sawah panen sebanyak 3 kali dengan hasil panen bersih 2 juta. Maka pak Fulan mendapat manfaat 2 juta dari uang yang di pinjamkannya.  Dan Setiap hutang yang menghasilkan manfaat adalah Riba.

Dan di mana-mana harta yang di hasilkan dari RIBA hukumnya HARAM. Jadi waspada… dan mulai sekarang pikirkan baik-baik sebelum menggadai. Karena praktek Riba bukan hanya memberi pinjaman dengan bunga, tapi juga menggadai dengan mengambil hasil dari barang yang di gadaikan.

Referensi: