20 tahun kemudian…
Eduardo dan Claudia di karuniai dua orang anak, Angelo Buenavista dan Lia Buenavista. Eduardo telah menjabatsebagai Gubernur Punta Verde dan Claudia menjadi ratu dalam dunia perjudian ilegal. Angelo yang tidak menyukai kehidupan yang di jalani keluarganya tumbuh menjadi anak yang pemberontak. Sementara Lia menjadi anak yang manis, alim dan sangat perhatian dengan orang-orang yang di cintainya.
Sementara Maria Amor, anak Amor yang di anggap mati masih hidup dan di adopsi oleh keluarga Isko dan Belen Macaspac. Karena saat menemukan Maria Amor kecil, mereka menemukan lukisan yang di buat Eduardo untuk Amor yang di tandatangani dengan kata Ynamorata, maka Isko dan Belen sepakat mengganti nama Maria Amor dengan
nama Ynamorata Macaspac. Selain Ynamorata, Isko dan belen juga memunyai dia orang anak, Caloy dan Flerida.
Melihat kelakuan dan kekejaman Claudia, Dona Benita menyesal karena telah memaksa Eduardo menikahi Claudia. Menjelang ajalnya, Dona Benita coba memberitahu Eduardo kalau dirinyalah yang telah menghancurkan hubungan Eduardo dan Amor. Tapi sebelum dia mengatakan itu, Doan Benita keburu meninggal. Karena merasa bersalah pada anaknya, roh Dona Benota penasaran dan menghantui Ynamorata melalui mimpi. Dalam mimpinya, Dona Benita memberitahu Yna kalau kisah masa lalunya berhubungan dengan keluarga Buenavista.
Yna bertemu Eduardo secara tidak sengaja. Penasaran dengan petunjuk  Benita dalam mimpi, Yna melamar pekerjaan di rumah keluarga Buenavista sebagai pelayan. DI sana dia bertemu dengan Angelo dan saling jatuh cinta. Mengetahui hubungan Angelo dan Yna, Claudia sangat kecewa dan marah. Karena dia sangat memandang rendah profesi pelayan dan pembantu rumah tangga. Untuk memisahkan keduanya, Claudia membuat hidup Yna bagai di neraka.

Setelah James mati dan Amor mewarisi seluruh kekayaannya, Amor bangkit dan menjadi pengusaha ternama di Amerika. Setelah sukses dengan kariernya, Amor kembali ke Filipina dan berencana membalas dendam pada Keluarga Buenavista karena penderitaanya di masa lalu an kematian ibu dan anaknya. Tanpa sengaja Amor dan Eduardo di pertemukan kembali saat mereka ziarah ke makam korban tanah longsor. Amor meniziarahi makan ibdan anaknya sementara Eduardo berziarah untuk memberi penghormaatan pada mereka. DI makan itu, Eduardo melihat nama-nama keluarga Amor tertulis di batu Nisan. Eduardo terkenang satu persatu keluarga Amor dan seperti apa mereka. Hanya satu yang tidak dia kenal, Maria Amor de Jesus.