Kepuasan berbeda antara Pria dan Wanita, benarkah?
Kata puas dalam aktivitas ‘diatas ranjang’ pasangan suami istri bisa berbeda maknanya bagi si suami dan si istri.  Bagi si suami, kalau maunya di turuti, keinginannya di oenuhi, eksperimennya di ladeni, dan sungguh-sungguh dalam melakukannya, pasti akan mendatangkan kepuasan. Sebaliknya bagi si istri, kepuasan baginya lebih banyak pada aspek nonseksual seperti kebutuhan akan pengertian dan penetraman hati.
Jika mengacu pada hal di atas, sangat bisa di  pahami ketika pria tidak mendapatkan kepuasan bersama pasangan di rumah, maka ia akan mencari kepuasan di luar salah satunya dengan cara berselingkuh. Batas toleransi  pria untuk menahan diri dalam ketidakpuasan relatif lebih pendek. maksudnya jika sudah merasa tidak puas, ia tidak akan menunggu waktu lama-lama untuk mencari kepuasan.  Apalagi kalau dia melihat bahwa pasangannya tidak merasakan apa yang dia rasakan.  Bagi pria, kesempatan untuk selingkuh itu sangat terbuka lebar dan pertimbangannya juga tidak terlalu panjang.
Sebaliknya, wanita mempunyai banyak pertimbangan untuk sampai pada perselingkuhan, Meski begitu, wanita umumnya tak mampu menyembunyikan bahwa dirinya kurang perhatian, kurang kasih sayang ataupun jarang mendapat belaian. Kondisi ini akan di manfaat oleh pria-pria yang bisa dengan jeli mengetahui kalau waniat yang di ada di hadapannya kurang perhatian dan sejenisnya. Mereka ini tidak akan membuang-buang waktu untuk menyerbu hingga si wanita tidak punya alasan untuk menolak kehadirannya. Ujung-ujungnya , perselingkuhan pun bisa segera terjadi dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Oleh karena itu, bagi para pasangan suami istri yang ingin rumah tangganya langgeng harus saling memperhatikan tingkat kepuasan pasangannya saat berhubungan. Jangan hanya memikirkan kepuasaan sendiri saja.  Karena tingakt kepuasan pria dan wanita sangat berbeda baik kadar ataupun cara untuk mencapainya. (LISA2007)