Patah tulang pinggul atau disebut juga fraktur femur proksimal meliputi keretakan atau patahnya bagian tulang paha yang terletak di dekat persendian pinggul. Pinggul adalah bagian yang menghubungkan tulang paha dengan panggul.  Patah tulang pinggul sebagian besar dialami oleh wanita lansia yang mengidap osteoporosis atau tulang keropos. Berdasarkan letaknya, patah tulang pinggul terbagi dalam dua kategori, yaitu:
  1. Intrakapsular, Patah tulang yang terjadi pada bagian tulang paha yang terletak di dalam soket sendi
  2. Ekstrakapsular, Patah tulang yang terjadi pada tulang paha yang berada di luar soket
Diagnosis patah tulang pinggul dilakukan di rumah sakit. Dokter akan menanyakan kondisi Anda secara keseluruhan, seperti gejala serta tingkat keparahan rasa sakit yang Anda rasakan. X-ray akan dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis adanya retak atau patah tulang. Dokter juga mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan lebih mendetail melalui MRI atau CT scan.

Setelah positif didiagnosis mengalami patah tulang pinggul, langkah penanganan yang akan dianjurkan selanjutnya meliputi prosedur operasi, rehabilitasi, serta obat-obatan antibiotik, obat pereda sakit, atau obat bius.
Pasien dianjurkan untuk menjalani operasi sesegera mungkin, yaitu pada hari pertama masuk rumah sakit atau satu hari setelahnya. Jenis operasi yang akan dijalani tergantung kepada apakah pasien pernah mengalami patah tulang pinggul atau tidak, jenis patah tulang yang dialami, usia, tingkat mobilitas, serta kondisi kesehatan tulang dan sendi pasien.