Boron. Tidak seperti nutrisi lain yang terdapat dalam bahan pangan, boron tidak begitu di kenal orang. hal ini karena kebutuhan tubuh terhadap unsur ini sangat kecil. Boron adalah sejenis mineral yang bisa ditemukan di makanan dan lingkungan (lautan, batuan, tanah, dan tumbuhan). Boron membantu tubuh dalam memanfaatkan glukosa, lemak, estrogen, dan kelompok mineral lainnya seperti kalsium, tembaga, dan magnesium.
Buah-buahan dan sayur-sayuran segar merupakan sumber utama boron. Di antaranya adalah alfalfa, kol, selada,kacang polong, kacang buncis, apel, dan anggur; juga kacang kedelai, kurma, buah prem dan kismis. Boron dapat juga diperoleh dari kacang almond, hazel dan kacang tanah.
Di alam, boron tidak hadir dalam bentuk unsur mandiri. Boron ditemukan bersenyawa menjadi boraks, asam borat, kernite, ulexite, colemanite dan borat. Mata air vulkanik kadang mengandung asam borat.
Dosis harian dalam mengonsumsi suplemen boron adalah 6 mg per hari atau kurang dari itu.  Batas maksimal dalam mengonsumsi boron dalam satu hari adalah 20 mg untuk dewasa. Untuk remaja 14-18 tahun, batas maksimal konsumsi boron adalah 17 mg per hari. Sedangkan untuk anak usia 9-13 tahun, batas maksimalnya 11 mg per hari. Anak usia 4-8 tahun, batas maksimalnya 6 mg per hari. Dan untuk usia 1-3 tahun, batas maksimalnya 3 mg per hari.
Sebagai catatan karena kebutuhan manusia akan boron sangat kecil, maka kelebihan Boron akan menyebabkan kerabunan.  Boron umumnya aman dan tidak menyebabkan efek samping selama di konsumsi dalam batas yang dianjurkan. Mengonsumsi terlalu banyak boron bisa menurunkan tingkat kesuburan pria. Jika melebihi dosis yang disarankan, efek keracunan, seperti peradangan dan inflamasi kulit, tremor, kejang-kejang, lemah, sakit kepala, diare, muntah-muntah, dan depresi bisa terjadi. Jika efek samping terjadi secara berkepanjangan, mengganggu aktivitas, atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.
Dibutuhkan 5 gram asam borat untuk membuat seseorang sakit dan 20 gram atau lebih untuk membahayakan jiwa. Makan ikan atau daging tidak akan meningkatkan konsentrasi boron dalam tubuh karena boron tidak menumpuk di dalam jaringan hewan. (MZ)