Cara menyimpan Kantong teh Bekas agar tidak Basi. Saya meminum teh hijau kepala jenggot setiap pagi. Dengan begitu, otomatis setiap pagi saya akan mendapatkan limbah 1 kantong teh bekas. Belum lagi kalau ada tamu, maka kantong bekas teh akan bertambag.  Percaya atau tidak, jika kantong ini anda buang ke tempat sampah, tanpa membuka kantongnya maka dekomposisinya akan lama sekali. Tapi jika anda manfaatkan untuk hal-hal diatas, maka anda tidak perlu menunggunya mengalami dekomposisi karena anda bisa mengumpulkannya dengan limbah kering dan membakarnya begitu ada kesempatan atau jika anda berkebun, anda bisa mencampur ampas teh dengan kompos untuk pupuk tanaman.
 
 
Tapi sebelum melakukan itu, ada baiknya anda memanfaatkan terlebih dulu kantong teh tersebut untuk merawat kulit anda dengan cara menkompreskannya di area kulit yang ingin dirawat. Percayalah, jika ini anda lakukan secara rutin hasilnya akan sangat memuaskan.
 
Masalahnya, kadang kantong teh bekas yang kita miliki tidak sesuai untuk kebutuhan ini. Kadang terlalu sedikit, kadang terlalu banyak. Seperti untuk mengkompres mata, maka kita membutuhkan 2 buah kantong teh bekas.  Jika hari itu, kita hanya punya satu kantong, maka kita harus mencari satu lagi. Beda jika anda menyimpan dan mengumpulkan kantong teh bekas ini untuk kemudian di gunakan saat di perlukan.
 
Cara menyimpan kantong teh bekas sangat sederhana. Tapi karena saya bilang sederhana bukan berarti di simpang sembarangan di dapur atau di mana-mana. Karena ampas teh termasuk limbah organi yang akan mengalami pembusukan dan mengundang mikroba seperti jamur atau kapang, dll.
 
Maka untuk itu di perlukan trik khusus untuk menyimpannya. Jika anda punya cangkir bertutup atau Tupperware tak terpakai, anda bisa menyimpan kantong teh bekas tersebut didalamnya lalu memasukannya dalam kulkas/lemari pendingin. Dengan cara seperti itu, kantong teh bekas akan tahan lama dan bisa di gunakan kapan saja di butuhkan. Gampang bukan? Silahkan anda coba di rumah. Semoga Sukses!
 
´╗┐
Baca Juga: