Platypus, Jenis Hewan Bertelur tapi menyusui. Platypus dianggap sebagai hewan peralihan dari aves ke mamalia. Pasalnya, hewan ini bereproduksi dengan cara bertelur, tetapi menyususi anak-anaknya.  Berteluradalah salah satu ciri kelompok hewan dari kelas Aves, tetapi menyusui adalah salah satu ciri kelompok hewan Mamalia. Itu sebabnya hewan ini di masukkan dalam kategori hewan peralihan. Banyangkan seekor hewan serupa bebek tapi mempunyai kelenjar susu.

Platypus (Ornithorhynchus anatinus) merupakan hewan Asli Australia. Secara penampakan hewan ini lebih mirip bebek, jika di lihat dari paruh dan kakinya. Tapi dari rambutnya ditubuhnya yang lembut lebih menyerupai hewan mamalia, di tambah adanya kelenjar susu di badannya. Entah bagaimana, para ahli akhirnya sepakat memasukan hewan unik ini kedalam kelas Mamalia. Perpaduan antara paruh, kaki dan bulu yang tebal dan selalu kering walaupun terkena air menjadikan hewan ini adalah perenang yang handal. Walaupun dia bernafas dengan paru-paru tapi dia dapat menyelam lama dalam air karena mampu menurunan detak jantungnya secara dramatis. Di bawah air inilah Platypus biasa mencari mangsa berupa ikan-ikan kecil, telur ikan, katak, dan sebagainya. Kegiatan berburu mangsa itu biasa di lakukan Platypus pada malam hari karena ia memiiki elektroreseptor yang berada di dalam paruhnya. Indera ini membantu mendeteksi gerakan atau medan elektris yang dihasilkan hewan air lain. Paruh yang fleksibel seperti karet ini juga mengandung berbagai sensor lain yang mampu mendeteksi keberaaan mangsa

imageDari berbagai keunikan yang dia miliki, keunikan yang paling menarik adalah cara Platypus bereproduksi. Ketika bertelur perilaku Platypus mirip dengan unggas. Dia membuat sarang, lalu bertelur dan mengeraminya hingga telur menetas. Begitu telur menetas dan bayi platypus keluar dari cangkang, induk platypus akan segera menyusui si bayi persis seperti halnya hewan mamalia lain menyususi bayinya.

Seperti halnya hewan unggas yang pandai berenang, Platypus mempunyai selaput yang menghubungkan setiap ruas jari yang bisa membuatnya berenang dengan gesit di air. Tapi apalila di darat, dia akan berjalan seperti cicak atau hewan melata lainnya. Cara pertahanan dirinya adalah dengan menceburkan diri ke air dan berenang secepatnya untuk menghindari hewan pemangsa. Karena itu hewan ini tidak akan pergi jauh dari areal perairan.

Bagian ekornya yang serupa dengan ekor ikan membantu mereka berenang dengan cepat. Keunikan yang lain adalah tungkau kaki platypus mengandung racun yang berbahaya. Jadi jika ingin dekat-dekat hewan ini harus waspada dengan bagian beracunnya.