Bukti Ke Esa an Allah SWT dalam Ayat-ayat Al Qur’an. Setidaknya ada 4 ayat dalam Al Quran yang menyatakan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang wajib  di sembah oleh umat manusia. Tuhan tertinggi yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Allah adalah Tuhan yang tidak punya sekutu, tidak punya keluarga dan tidak punya kolega. Allah SWT menyatakan  sendiri tentang keesaannya dalam firmannya.  Esa dari segi Dzat, Sifat, dan juga dari segi aturan dan hukum.  Seperti yang tertulis dalam beberapa firman-Nya :

bukti keesaan Allah

1. QS. Al Ikhlash, 112:1-4, yang artinya:

“Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”
(QS. Al Ikhlash, 112:1-4).

Dalam ayat itu dijelaskan tentang keesaan Allah dari segi Dzat. Dzat yang maha Mulia, tidak ada yang setara denganya. Dia ada sediakala dan segala sesuatu bergantung pada-Nya.  Dia juga tidak beranak dan tidak pula di peranakan.

2. QS. Al Baqarah, 2:163, yang artinya:

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
(QS. Al Baqarah, 2:163).

Dalam ayat ini, sekali lagi Allah SWT menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dan tidak ada yang Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

3. QS. Al Anbiyaa, 21:22, yang artinya:

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka, Mahasuci Allah yang mempunyai ’Arsy daripada apa yang mereka sifatkan” 
(QS. Al Anbiyaa, 21:22).

4. QS. Al Mu’minuun, 23:91, yang artinya:

“Allah tiada mempunyai anak, dan tiada tuhan bersama-Nya, kalau sekiranya demikian niscaya tiap-tiap tuhan membawa makhluk yang diciptakannya dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebahagian yang lain. Mahasuci Allah dari yang mereka sifatkan itu”
(QS. Al Mu’minuun, 23:91).

Dalam surah Al Anbiyaa, 21:22 dan  surah Al Mu’minuun, 23:91, Allah menegaskan alasan mengapa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dengan alasan yang jelas, tidak terbantahkan dan sangat masuk di akal bagi mereka yang mau berpikir. Bayangkan jika tuhan ada lebih dari 1, pasti akan terjadi perbedaan pendapat, akan ada pertentangan dalam berbagai hal. Seperti tuhan dalam Mitologi, yang jika lebih dari satu akan saling berebut pengaruh, saling berebut kekuasaan dan terjadi pertentangan tanpa akhir.

Dari bukti-bukti dan alasan-alasan tersebut, kita harus yakin bahwa Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT yang Maha Esa.  Dia yang Esa dalam segi Rubbubiyyah, sifatnya sebagai Rabb (dalam hamdallah), sebagai pencipta, pemelihara, dan pendidik. Dia juga Esa dalam segi Uluhiyah, berarti Esa untuk diibadahi, artinya tidak dimungkinkan kita untuk beribadah kepada selain Allah, karena Dia-lah yang menentukan kehidupan kita (iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin).  Yang mengendalikan seluruh isi jagad raya seorang diri tanpa ada yang mendampingi…