Tale of the Chocolate
Tale of the Chocolate. Kisah tentang coklat. Tahukah anda bahwa mengkonsumsi coklat secara teratur dapat memperpanjang hidup anda? Dah tahukah anda kalau cokelat yang sering di jadikan kambing hitam sebagai salah satu penyebab obesitas ternyata di Yunani di kenal sebagai makanan para dewa. Jadi kebayang dewa-dewa yang bersemayam di puncak olympus gemuk-gemuk, duduk melingkar di depan altar sambil ngemil cokelat… hurmm 🙂  eh.. nggak ding!
Coklat di kenal di seluruh pelosok dunia dan di sukai banyak orang bahkan sejak zaman purba. Di Mexico, Kakao digunakan oleh suku Aztec untuk menyiapkan minuman panas berbusa yang mempunyai sifat stimulan dan restoratif untuk prajurit, bangsawan dan para pendetanya. Cokelat juga digunakan dalam upacara keagamaan sebagai Ramuan suci yang dikaitkan dengan Xochiquetzal, dewi kesuburan. Selain itu Kaisar Montezuma juga diduga minum 50 gelas cokelat per hari. Di Aztect, kakao merupakan benda berharga dan digunakan sebagai alat pertukaran serupa uang. Zaman dulu perpajakan Aztec itu di bayar dengan biji kakao. 1 Untuk membeli budak hanya di perlukan 100 biji kakao dan 12 biji kakao jika ingin membeli jasa pelacur.
Menurut sejarah, Giacomo Casanova (1725-1798) seorang Don Juan dari Itali yang terkenal dengan hobynya bermain perempuan mempunyai kebiasaan mengonsumsi coklat sebelum bercinta. Karena ada mitos yang dipercaya pada saat itu bahwa coklat memiliki efek untuk meningkatkan libido (afrodisiak).
Seperti dilaporkan oleh Dr Bryan Raudenbush (2006), mengkonsumsi cokelat dapat meningkatkan daya ingat dimana menurutnya perbandingan antara nilai memori verbal dan visual sangat besar. Begitu pula dengan Impulse-kontrol dan waktu bereaksi. Namun Penelitian ini masih perlu direplikasi. (MayZul)