Siapakah Pemilik Negeri Ini? Rakyat. Ya kamilah pemilik negara ini. Rakyat biasa, bukan polikus, bukan perdana menteri atau siapa saja yang bekerja untuk mereka. Pemerintah hanya mengatur suatu negara, bukan memilikinya. Kamilah rakyat kecil pemiliknya. Kamilah para pembayar pajak yang darinya negara ini di biayai dan di danai. Kami membayar mereka untuk menjalankan pemerintahan negeri ini. Sebagai imbalannya, kami ingin kestabilan ekonomi, keamanan dan kebebasan hak azazi manusia.
 
Lalu kenapa, kami rakyat Indonesia, pemilik negeri ini hidup dalam kemiskinan sementara mereka yang kami bayar dengan tetesan keringat dan cucuran air mata darah hidup bergelimang harta? Kamiskinan telah menghancurkan hati kami. Membuat kami sengsara dan hidup dalam dilema. Hidup dalam kemiskinan. Makan tidak kenyang. Tidur tidak nyenyak. Panas kepanasan, hujan kebanjiran. Rasa tidak aman karena banyaknya kriminal. Hak kami adalah mendapatkan pendidikan yang layak. Perumahan yang layak dan kemanan yang terjamin 24 jam. Karena kami yang kalian layani. Tetapi kenapa kalian melayani diri sendiri?

Siapakah Pemilik Negeri ini?

Apa yang kalian lakukan di sana? Di kursi empuk dalam gedung megah yang di bangun diatas penderitaan kami. Kalian mengiming-imingi kami dengan kebanggaan sementara kami sekarat dalam penderitaan. Menderita dalam kelaparan dan kedinginan dalam kebajiran. Apakah kalian pernah memikirkan kami sedikit saja tanpa mencari keuntungan untuk diri kalian sendiri? Murni memikirkan kami dengan ketulusan dan keikhlasan antar sesama umat.
 
 
Kami pemilik negeri ini. Tapi kenapa kami terusir, tergeser dari tanah ibu pertiwi? Ketika kalian mengelimang harta dari hasil menyewakan sejengkal tanah pertiwi yang kaya, kami terpuruk mengais-ngais sisa demi mengumpulkan sesuap nasi dan membeli gelar kepintaran yang di jual belikan. Yang banyak harta yang pintar. Sedangkan yang miskin hanya bisa mengerutu dalam kebodohan.
 
Kami pemilik negeri ini. Meski hanya atas nama, berilah kami sedikit saja dari seabrek kemewahan yang kau pamerkan. Kami tidak meminta mobil mewah, hanya sebuah kereta yang dapat menampung banyak orang dalam satu perjalanan. Kami tidak meminta makanan istimewa, hanya sesuap nasi dan lauk pauk sekadarnya yang cukup untuk mengisi perut kami agar kami tidak kekurangan gizi. Kami tidak meminta baju dari sutera, hanya pintalan kapas yang di tanam di lahan di belakang rumah. Tapi kami tidak punya lahan, karena sejengkal tanah yang tersisa kalian gadaikan untuk membayar utang negara.
 
Kami pemilik negeri ini, apa yang kami inginkan tidaklah sebanyak yang kalian bayangkan. Hanya sedikit ketulusan dalam melayani dan mensejahterakan kami. Seperti ibu periwi mensejahterakan kalian dari hasil bumi negeri ini. Yang kami inginkan tidaklah banyak…hanyalah kehidupan yang memadai..
~yang tidak kebanjiran saat hujan, yang tidak kepanasan saat siang menjelang.
~Pendidikan agar kami pintar, rumah yang layak untuk tempat tinggal dan makanan agar tidak kelaparan…
 
Itulah kenapa kami memilih kalian setiap lima tahun sekali… untuk menjalankan amanat kami dengan tulus dan ikhlas…    tetapi setelahnya, kenapa kalian ingkar… ?
kami adalah pemilik negeri, rakyat yang memiliki cita-cita dan hati nurani…
 
Lebuay City 2009
MeyshaLestari