Penyebab Tenggelamnya kapal Titanic. Masih inggat dengan tragedi tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912? Tragedi yang merenggut 1.514 jiwa itu telah membuka mata manusia, bahwa alam memiliki keuatan yang dahyat dan tidak dapat di perkirakan. Seberapa kuat manusia berusaha menciptakan benda yang tak tertandingi, tapi jika di tandingkan dengan alam, maka seperti semut dan gajah. Kesombongan kala membangun Titanic telah di bayar dengan ribuan nyawa. Kapal yang dianggap tidak mungkin tenggelam itu akhirnya menjadi besi onggokan di dasar samudera atlantik. Harapan ribuan orang kandas di telah keganasan alam. Menyedihkan bukan? Lalu kenapa kapal yang di perkirakan sangat kuat, sangat cepat itu tidak dapat menyelesaikan pelayaran perdananya? Berikut ini adalah beberapa penyebab tenggelamnya Kapal Titanic menurut Richard Corfield dalam  Physics World retrospective  tentang bencana alam.

Faktor-faktor Penyebab tenggelamnya Titanic

Hampir semua orang tahu, bahwa penyebab tenggelamnya titanic adalah karena kapal besar itu menabrak gunung Es. Tapi hanya sedikit yang tahu, bahwa Gunung Es yang ada di lintasan Titanic tidak seharusnya di tabrak oleh titanic jika tidak ada faktor-faktor lain yang diabaikan oleh kru dan awak kapal. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

1. Faktor Iklim dan kondisi cuaca di samudra altlantik di pada saat waktu itu sangat mendukung untuk terbentuknya gunung es di lokasi tabrakan.

2. Gelombang pasang memungkinkan terkumpulnya serpihan es membentuk gunung es dan mengirimnya ke rute yang akan di lalui Titanic.

3. Titanic berlayar terlalu cepat, ini merupakan salah satu dari sekian banyak faktor human error yang menyebabkan tenggelamnya titanic. Kapten Smith membuat kesalahan terbesarnya dengan berlayar dengan kecepatan tinggi di daerah yang mempunyai kemungkinan besar terdapat gunung es

4. Peringatan dini tentang adanya gunung es di lintasan Titanic di abaikan.  Titanic menerima beberapa peringatan tentang hamparan gunung es di Atlantik Utara via telegram, tapi peringatan tersebut tidak diteruskan oleh operator radio senior yang bernama Jack Phillips kepada kapten Smith karena tidak merujuk kepada sang kapten.

5. Ruang teropong yang tidak bisa di gunakan. Beberapa peneliti berpendapat, bahwa penggunaan teropong tidak akan merubah keadaan. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa jika teropong bisa di gunakan, keberadaan gunung es dapat di deteksi lebih awal sehingga tabrakan bisa dihindarkan.

6. Jurumudi salah pengartikan perintah.

7. Kesalahan dalam menurunkan perintah manuver kapal. Sebelum tabrakan, salah seorang perwira kapal memerintahkan ruang mesin untuk memundurkan kapal. Tetapi karena konfigurasi buritan, baling-baling tidak dapat di putar mundur.

8. Kualitas bahan kontruksi yang rendah. Ini dapat di lihat dari kualitas paku besi yang di gunakan untuk merekatkan pelat baja di haluan dan buritan. Sehingga ketika terjadi tabrakan, kerusakan parah tidak dapat di hindarkan.

9. Jumlah sekoci  yang tidak sesuai dengan jumlah penumpang kapal titanic. Sehingga ketika kecelakaan terjadi, banyak penumpang yang terjun bebas ke laut karena tidak menemukan sekoci yang dapat menampungnya.

10. Suhu air laut yang sangat dingin. Hal ini sebenarnya tidak menyebabkan kecelakaan titanic tetapi menyebabkan jumlah korban meninggal sangat banyak. Suhu yang sangat rendah menyebabkan suhu tubuh menurun dengan sangat dratis, sehingga para korban mengaami hipotermia.. Sehingga dalam beberapa waktu kerusakan sel-sel tubuh tidak terhindarkan dan kematian datang menjelang, sebelum tim penolong datang.