Arti dan Makna Motif Kain Batik. Pernah mendengar tentang peristiwa labuhan yang di lakukan di beberapa tempat di pantai selatan Jawa Tengah, seperti misalnya pantai Parang kusumo? Saat labuhan, banyak sekali barang-barang yang akan di arung. Diantaranya adalah kain-kain batik dengan motif khusus. Seperti telah di sebutkan di artikel sebelumnya, Macam-macam Motif Kain Batik, kain batik memiliki beragam motif. Dan tiap-tiap motif batik mempunyai arti dan makna tersendiri sehingga saat memakainya, harus di sesuaikan dengan arti dan maknanya. Tapi itu dulu, ketika batik masih merupakan benda berupa kain yang di percaya kesakralannya dan hanya orang-orang tertentu saja yang berhak memakainya. Namun sekarang, semakin merakyatnya kain batik, membuat siapa saja ‘boleh’ memakainya, sehingga arti dan makna dari motif batik yang di kenakanpun tidak lagi di perdulikan. Walaupun begitu, Dtebu.com memiliki ketertarikan khusus dengan hal-hal seperti ini, sehingga ingin sekali berbagi sedikit pengetahuan yang diketahuinya tentang arti dan makna kain batik.

Arti dan makna di balik Motif Kain Batik

Seperti di sebutkan di atas, bahwa motif batik banyak sekali jenisnya. Dan tiap motif mempunyai makna tersendiri. Berikut ini adalah arti dan makna yang terkandung pada beberapa motif kain batik, diantaranya:

1. Kain Batik Motif Sidomukti

Motif Sidomukti adalah motif batik yang paling sering  saya dengar dan sepertinya paling populer. Kain batik ini biasanya di gunakan oleh sepasang pengantin saat upaca pernikahan. Arti dan makna yang terkandung di balik motik Sidomukti adalah agar kedua pasangan pengantin tersebut bisa mukti, yaitu mendapat kebahagiaan yang sempurna dan lahir batin.  

2. Kain Batik Motif Parang Rusak

Motif parang rusak adalah kain batik ningrat yang hanya bisa di gunakan oleh para raja dan keturunannya dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Motif parang rusak di artikan sebagai ombak lautan yang menjadi pusat tenaga alam. Pusat kekuatan alam yang di maksud di sini adalah raja. Selain itu posisi miring pada parang juga memiliki makna, yaitu kekuasaan, kewibawaan, kebesaran, dan cekatan. Semua hal  tersebut merujuk pada seorang raja sehingga hanya raja saja yang berhak menggunakan kain motif Parang Rusak. Itulah sebabnya kain motif jenis ini di sebut juga ‘motif terlarang’.

3. Kain Batik Motif Parang Klitik

Motif Parang Klitik ini merupakan pola parang dengan stilasi motif yang lebih halus. Ukurannya pun lebih kecil, dan mengandung citra feminin. Parang jenis ini mengandung arti kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya dikenakan kalangan putri istana.

(bersambung ke Arti dan makna Motif kain Batik bag 2)